Rabu, 04 Desember 2013

Oleh Muhammad Firdaus Immas

          Disaat anda mengalami masa etika remaja, sudah tidak kaget untuk melepaskan ketergantungan pada orang tua, sehingga pada masa etika remaja harus berusaha mencapai kemandirinya dan dapat diakuinya dengan masyarakat sekitar sebagai orang dewasa. Di zaman sekarang para etika remaja itu sudah mulai rusak dan miris untuk dilihat.
            Pergaulan remajapun memiiliki etika remaja yang baik. Seperti halnya hak dan kewajiban yang harus kita lakukan sebagai makhluk sosial, tertib dan disiplin juga masuk pada prinsip etika remaja yang baik dengan melakukan setiap aktifitas yang harus pintar-pintar membagi waktu dengan beberapa cara yang menurutku ampuh seperti halnya membuat catatan kecil maupun diary itu membuat diri kita belajar untuk memanajemen diri kita sendiri yang baik. Sopanpun juga masuk dalam etika remaja pergaulan etika remaja yang baik, senantiasa pula sopan santun kepada teman sebaya apalagi orang tua dan siapapun dimanapun kapanpun. Kesederhanaan orang juga menjadikan etika remaja tersebut memiliki etika remaja yang baik, ditambah lagi dengan remaja tersebut memiliki sifat seperti jujur dan adil.
            Pergaulan etika remaja juga memiliki faktor yang negatif akibat dari pergaulan yang salah bergaul dengan teman sebayanya. Sebagian besar etika remaja yang nakal itu dipengaruhi oleh ikut-ikutan temannya ataupun dipaksa temannya yang padahal etika remaja tersebut tidak ingin menikmati kehancuran remaja yang terjadi pada dirinya. Faktor lainnya yang menyebabkan pergaulan etika remaja yang rusak adalah terjadi pada remaja yang memiliki orang tua yang broken home, mungkin itu bisa menjadikan etika remaja tersebut menjadi tidak memiliki tujuan untuk hidup dan pada akhirnya pun terjun pada lingkungan yang salah dan bisa-bisa terjerumus pada narkoba. Dan ada juga orang tua yang membebaskan anak-anaknya untuk bermain kepada siapa saja, karena orang tuanya terlalu memberi kebebasan kepada anaknya, akhirnya remaja tersebut sampai-sampai tidak pernah tidur rumah seperti anak liar yang suka balapan, mabok-mabok.
            Saya juga memiliki pencegahan bagi para remaja agar memiliki etika remaja yang baik. Seperti halnya saling menyadarkan antara temanmu sendiri yang suka mabok-mabokan dan perobatan terlarang lain. Jangan juga berprasangka buruk kepada temanmu dahulu kalau memang remaja tersebut belum jelas melakukan hal yang terjadi seperti pada etika remaja kosan yang tidak memiliki sifat yang saling memahami perbedaan, seharusnya jika kita hidup di suatu kost, ya itulah rumah keduamu, dan harus menerima perbedaan antara kamar sebelah dan apapun yang terjadi harus kamu lakukan dan menjadi etika remaja yang baik.

Posted on 19.06 by Unknown

8 comments

Oleh : Muhamad Yahya 

Pergaulan remaja saat ini memang benar benar sudah melenceng dari jalur yang sebenarnya, telah banyak kasus saat ini seperti sex bebas, narkoba, tawuran dan lainnya yang bersifat merusak.
Seharusnya kita sebagai remaja dapat menghindari hal-hal tersebut dengan melakukan hal-hal positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar, dengan cara mengisi waktu luang dengan membaca, menulis, dengan membaca dan menulis kita juga dapat menghasilkan sesuatu yang baru, kita lebih kreatif. Selain membaca dan menulis, kita bisa menyalurkan hobi kita yang positif, seperti berolahraga, bermain music, menggambar, dan masih banyak lagi.
Adanya kesadaran beragama bagi remaja, bagi anak remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman, serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama. Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan, bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan sebagian besar kurang memahami norma-norma agama. Oleh karena itu, kita harus memiliki kesadaran beragama agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat. 
Memiliki rasa setia kawan, agar dapat terjalin hubungan sosial remaja yang baik, peranan rasa setia kawan sangat dibutuhkan. Sebab kesadaran inilah yang dapat membuat kehidupan remaja masyarakat menjadi tentram. 
Memilih teman, maksud dari memilih teman adalah untuk mengantisipasi agar kita tidak terpengaruh dengan sifat yang tidak baik/sehat. Walaupun begitu, tapi teman yang pegaulannya buruk tidak harus kita asingkan. Melainkan kita tetap berteman dengannya tapi harus menjaga jarak. Jangan terlalu dekat dengan dia. 
Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, bagi mereka yang mengisi waktu senggangnya dengan bacaan yang buruk (misalnya novel/komik seks), maka hal itu akan berbahaya, dan dapat menghalang mereka untuk berbuat baik. Maka dari itu, jika ada waktu senggang kita harus mengisinya dengan hal-hal yang positif. Misalnya menulis cerpen, menggambar, atau lainnya.
Menstabilkan emosi, jika memiliki masalah, kita tidak boleh emosi. Harus sabar dengan cara menenangkan diri. Harus menyelesaikan masalah dengan komunikasi, bukan amarah/emosi.


Posted on 08.20 by Unknown

4 comments

Selasa, 03 Desember 2013



Bagaimana Pergaulan Remaja yang Semestinya ?
oleh siti Robingh p

Pergaulan remaja  identik dengan tempat dan keadaan dimana mereka merasa nyaman berada di lingkungan tersebut, dan jika di lakukan secara continue dapat membentuk kepribadian yang berbeda dari masing-masing individu. Tergantung dimana individu terrsebut bergaul.
Pergaulan remaja merupakan kebutuhan yang harus di penuhi oleh setiap individu, serta sangat mempengaruhi mindset dan  action moral seseorang, mengapa demikian ? karena sesuai dengan pengamatan yang dilakukan oleh penulis, bahwa, ketika kita bergaul dengan dan dilingkungan orang yang boros misalnya, maka kita pun akan hanyut terhadap kebiasaan mereka yang hura-hura, sebaliknya jika kita berada di lingkungan yang religious, maka kepribadian kitapun akan menyesuaikan dengan individu-individu yang demikian, lantas bagaimana pergaulan remaja yang sebenarnya  ?
Dilihat dari perspektif metafisis pergaulan remaja merupakan penyebab terbentuknya jati diri seseorang, Sebagai remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri,kita sepertinya harus menemukan sebuah lingkungan yang kiranya kita nyaman berada di dalamnya, namun saya rasa, nyaman saja tidak cukup untuk menjadikan kita pribadi yang  positif, kita masih perlu mencari seseorang lebih tepatnya sekumpulan orang  yang bisa membawa kita kearah yang lebih baik, yang bisa dijadikan refleksi untuk melangkah kedepan dan menjadikan masa remaja kita lebih bermakna.
Pergaulan remaja saat ini kebanyakan sudah tidak lagi memperhatikan seberapa besar pengaruhnya bagi kita, kita lebih ingin merasa bebas memilih pergaulan tanpa berpikir tentang dampaknya suatu saat. Entah mayoritas atau minoritas, seseorang akan lebih senang jika dipuji tentang kelebihan yang ada dalam dirinya, namun cenderung tidak terima jika di kritik kekuranganya, mungkin hal yang seperti itulah yang membuat kita, para remaja sulit untuk menemukan tempat yang benar-benar membawa kita kearah yang positif.
Sesungguhnya saya bingung, kenapa sekarang jika kita membicarakan pergaulan remaja, pikiran kita cenderung mengarah ke hal-hal yang negatif, seks bebas contohnya (pergaulan remaja)
Entahlah.

Posted on 09.58 by Unknown

5 comments

Memahami Etika dalam Bergaul

Oleh Winda Falah Setianing Arum
Teknologi Pendidikan UNNES

Masa remaja merupakan masa yang sangat kritis. Dimana sebagian besar para remaja ingin mulai membebaskan diri dari orang tua dan berusaha mandiri agar  dapat diakui sebagai orang dewasa. Dalam pergaulannya sehari-hari, remaja tidak dapat terlepas dari remaja lain. Remaja haruslah memiliki kecakapan dalam bergaul, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan sopan dalam bertindak dan berkomunikasi termasuk memahami etika dalam bergaul.
Memahami etika dalam bergaul memang sangat diperlukan oleh remaja yang berada dalam masa transisi menuju dewasa. Etika pergaulan adalah sikap sopan santun atau tata krama dalam bergaul  dan  sesuai dengan situasi maupun keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, adat, hukum, dan lain-lain.
Disadari atau tidak, dunia pergaulan terutama pergaulan remaja sangatlah luas. Terdapat berbagai macam dampak, baik dampak psitif maupun negatif. Remaja yang salah bergaul akan tumbuh menjadi seorang individu dengan kepribadian yang menyimpang, seperti terlibat didalam kasus narkoba, fre sex, bahkan hamil diluar nikah.
Sebaliknya, remaja yang dapat memilah pergaulan dapat menjadi seorang individu yang baik dan bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani atau dicontoh. Cara bersikap atau etika dalam bergaul yang baik adalah bagaimana seseorang tersebut mengutamakan perilaku yang sopan santun saat berhubungannya dengan setiap orang.
Seperti yang kita ketahui, bahwa manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain. Begitu pula dalam bergaul, seorang remaja pasti membutuhkan remaja lain. Oleh karena itu, selain memahami etika dalam bergaul, memahami bahwa sikap saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan perlu diterapkan agar remaja tidak menjadi egois. Selain sikap tersebut, remaja haruslah menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai, tidak berprasangka buruk, saling memahami perbedaan, saling memberikan nasihat.
Saling memberikan nasihat perlu dilakukan oleh remaja, agar remaja dapat mengoreksi sikapnya. Perlu diketahui bahwa teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik dan mencegah ke jalan yang tidak baik. Dengan saling memberikan nasihat, kita dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan dapat merugikan diri kita sendiri.
Terdapat berbagi macam faktor yang dapat mempengaruhi pergaulan remaja, antara lain lingkungan dimana remaja tersebut bergaul. Selain itu peran orang tua, teman, guru, dan masyarakat. Hal tersebut sangatlah penting. Karena apabila remaja kurang mendapat perhatian dari orang tua biasanya remaja akan bersikap menyimpang.selain faktor-faktor tersebut ada beberapa faktor lain seperti kondisi fisik, kebebasan emosional, pengetahuan terhadap kemampuan diri, dan penguasaan diri terhadap nilai-nilai moral dan agama.
Agar kita tidak mudah terjebak dalam pergaulan yang bebas, kita hendaknya berhati-hati dan menumbuhkan sikap positif terhadap diri kita sendiri. Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain yang belum kita ketahui asal usul serta sifat dan sikapnya juga merupakan hal terpenting karena ketika kita mudah dipengaruhi oleh orang lain, yang kita tidak tahu persis bagaimana orang tersebut, dengan mudah pula kita terjerumus dalam pergaulan bebas. Jadi, ingatlah bahwa memahami etika dalam bergaul sangatlah penting untuk kehidupan kita pada masa remaja ini. Untuk membentengi diri kita ari pengaruh luar.

Posted on 04.11 by Unknown

8 comments

Senin, 02 Desember 2013



Mahasiswa berkarakter adalah mahasiswa yang mempunyai wawasan yang luas tentang kebangsaan dan biasanya langsung mengetahui dan peka terhadap masalah-masalah yang melanda negerinya. Setelah mengetahuinya masalah-masalah yang sedang melanda negerinya, dia berusaha untuk bisa memperbaikinya. Mahasiswa yang berkarakter itu harus memiliki sikap maupun perilaku yang baik, dan sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
            Mahasiswa berkarakter harus mempunyai wawasan yang luas dan dituntut untuk mengerti dan menyadari situasi lingkungan sekitar. Wawasan yang luas tidak hanya didapat pada saat perkuliahan melainkan pada saat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta dari media masa seperti televisi, radio dan majalah atau koran.
            Masa kuliah adalah masa dimana mahasiswa mendapat banyak waktu luang dan tinggal bagaimana mahasiswa tersebut menggunakan waktu luang tersebut untuk hal-hal berguna dan positif. Mahasiswa berkarakter harus bisa membagi waktu dengan baik, seperti membagi waktu untuk kuliah, refreshing, organisasi, hobi dan pacaran. Mahasiswa yang dapat membagi waktunya dengan baik pada suatu saat akan menjadi mahasiswa yang ideal dan berkarakter.
            Kampus merupakan tempat mahasiswa menuntut ilmu dan menyimpan berbagai cerita yang tidak terlupakan. Mahasiswa harus mengerti seluk beluk kampus, mulai dari dosen yang mengajar, fasilitas yang ada, ruang belajar, dengan seperti itu maka akan menjadi mahasiswa yang berkarakter.
            Seorang mahasiswa yang berkarakter harus mempunyai tiga sifat: pintar, rajin, dan aktif. Pintar maksudnya adalah mahasiswa harus dapat mengkondisikan dirinya dengan lingkungan sekitar. Rajin dalam arti kegiatan apa yang telah diambil, akan diikuti dengan sepenuh hati. Aktif berarti ikut turut serta dalam kegiatan yang diadakan oleh fakultas atau universitas.
            Pintar dalam berdiskusi salah satu agar dapat menjadi mahasiswa berkarakter. Mahasiswa yang berkarakter harus mempunyai sifat kritis, sifat kritis dalam berdiskusi inilah yang bermanfaat dalam masyarakat dan di dunia kerja nanti. Kemampuan berdiskusi yang baik dalam masa kuliah akan bermanfaat pada saat menyampaikan pendapat pada sebuah forum, sehingga tercapailah mahasiswa yang berkarakter
            Untuk menjadi pemimpin yang baik untuk negri ini, harus memiliki beberapa karakter. Beretika, berwawasan luas, bertanggung jawab, pintar, rajin, dan aktif serta memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama. Karakter-karakter tersebut yang akan membantu menjadi pemimpin yang baik di negri ini bagi para mahasiswa-mahasiwa berkarakter.

Posted on 07.04 by Unknown

6 comments

Minggu, 01 Desember 2013

Oleh Faizatin Nafiah (1102413025)


Mahasiswa Kupu-Kupu
            Kupu-kupu yang dimaksud  tidaklah serangga (Insecta) mempunyai dua (Diptera) memiliki warna indah dan mengalami metamorfosis didalam hidupnya. Tetapi kupu-kupu disini adalah kepanjangan dari kuliah pulang kuliah pulang. Mahasiswa kupu-kupu adalah mahasiswa yang kegiatan sehari-harinya kuliah setelah itu langsung pulang. Jika ada kegiatan tambahan mungkin  ke  perpustakaan.Atau kegiatan yang di wajibkan untuk mengikuti.
             Mahasiswa golongan ini sulit untuk tentukan karena  sehari-harinya dihabiskan di rumah/kamar kos. Tetapi ada beberapa ciri-ciri  yang bisa dijadikan sebagai  indikator untuk mengenali mahasiswa jenis ini. Pada umumnya mahasiswa kupu-kupu memilik  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi. Mahasiswa kupu-kupu juga mudah dikenali ketika dikampus. Yaitu mahasiswa yang frekuensi kuliahnya tinggi karena selalu mengambil 24 SKS. Akan tetapi mahasiswa jenis ini biasanya tidak berlama-lama berada di kampus, diperkirakan usia mereka dikampus antara 3,5-4 tahun.
Mahasiswa Kunang-Kunang
            Sama halnya dengan kupu-kupu diatas, kunang-kunang disini maksudnya kepanjangan  dari kegiatan mahasiswa yang sepulang dari kuliah langsung  nangkring atau nongkrong alias kongkow-kongkow. Tempat yang cocok bagi mahasiswa kuliah nangkring kuliah nagkring ini cukup beraneka ragam sesuai selera. Beberapa ada yang suka dengan suasana ramai dan tayangan visual dari layar televisi di rental playstation. Ada pula yang suka kongkow di kafe-kafe sambil eksis di dunia maya lewat  hotspot yang mulai banyak disediakan disetiap kafe. Bahkan ada pula yang cukup dengan duduk-duduk ditrotoar jalan sambil menghitung jumlah kendaraan yang lewat dijalan.
            Mahasiswa ini juga susah ditentukan jumlahnya secara pasti. Tapi dapat dikatakan jumlahnya paling banyak dibanding jenis-jenis mahasiswa yang lain. Mahasiswa ini relatif lebih mudah ditemui daripada mahasiswa kupu-kupu. Karena tempat nangkringnya yang banyak tersebar disekitar kampus, Seperti rental Playstation, kafe-kafe, dan trotoar  yang ramai ketika malam hari. Biasanya mahasiswa jenis ini memiliki IPK yang tidak terlalu tinggi dan tidak jarang rendah.
Mahasiswa Kura-Kura
 Yaitu golongan mahasiswa yang setelah keluar dari ruang kuliah mereka masuk ke ruang rapat sehingga dapat disebut sebagai mahasiswa kura-kura atau kuliah rapat kuliah rapat. Cara menemukan mahasiswa golongan ini tidak sulit. Jika dikampus ada kegiatan seperti diskusi publik atau seminar, mahasiswa jenis ini akan berada disitu. Entah sebagai peserta, panitia, moderator, atau bahkan pembicara. Tempat lain yang menjadi tempat mahasiswa jenis ini adalah sekretariat organisasinya. Baik sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa, sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa, sekretariat Himpunan Mahasiswa dan sekretariat organisasi mahasiswa lainnya. Jumlah mahasiswa jenis ini termasuk sedikit, dapat dikatakan hanya 10-15% dari jumlah mahasiswa aktif di setiap kampus. Tetapi usia mereka ketika berada dikampus cukup lama, antara 4-7 tahun. Bahkan ada pula yang sampai  9 tahun.
Mana yang Lebih Baik?
            Diantara ketiga jenis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Jika memilih mana yang lebih baik itu adalah sebuah dilematis.Jadi untuk menentukan mana yang lebih baik maka di kembalikan pada diri masing-masing.Termasuk golongan manakah diri kita?


Posted on 19.30 by Unknown

6 comments

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti memiliki cerita, termasuk di dalamnya yaitu mahasiswa. Mahasiswa yang menurut definisi Knopfemacher (dalam Suwono, 1978) adalah merupakan insane-insan calon sarjana yang dalam keterlibatannyadengan perguruan tinggi ( yang makin menyatu dengan masyarakat), dididik dan di harapkan menjadi calon-clon intelektual. Berawal dari penjelasan tersebut dapat di terima bahwa secara garis besar mahasiswa adalah orang yang di hubungkan dengan pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana dan di harapkan dapat menjadi manusia yang memiliki kepandaian setelah menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana. Mahasiswa juga sering di sebut sebagai agent of change atau pembawa perubahan. Perubahan seperti apakah yang akan di bawa seorang mahasiswa, hal tersebut bergantung bagaimana mahasiswa tersebut membuat cerita tentang kehidupan mahasiswanya. Segala tingkah laku mahasiswa yang akan menjadi cerita dalam artikel ini akan saya kelompokkan menjadi dua, yaitu cerita buruk dan cerita baik. Mari kita bahas mulai dari cerita buruk.


Mahasiswa punya cerita buruk, seperti di ketahui selama ini, tidak semua kehidupan mahasiswa adalah kehidupan yang “baik-baik” saja. Selalu ada unsur negatif dalam diri seorang mahasiswa atau juga selalu ada mahasiswa yang menjadi unsur negatif. Sebagai contoh aksi demo mahasiwa sekarang yang menurut saya kurang pantas untuk di lakukan. Seperti aksi-aksi demo yang anarkis, merusak fasilitas umum, seperti gerbang kantor pemerintah, ataupun aksi bakar ban di tengah jalan. Bukankah maksud mereka berdemo tersebut demi kesejahteraan masyarakat, bukan demi pelampiasan emosi semata. Mereka merusak fasilitas umum yang dananya di peroleh dari pajak yang di pungut pemerintah dari masyarakat. Jalan yang seharusnya lancar menjadi tersendat karena terdapat aksi demo di tengah jalan.Ketertiban dan kelancaran terganggu dan secara otomatis para masyarakat juga merasa keselamatannya menjadi kurang terjamin bila ada aksi demo semacam itu. Menurut saya hal tersebut hanya akan menambah penderitaan masyarakat, terlebih demo semacam itu hanya akan merusak citra mahasiswa yang notabenenya sebagai kaum intelektual yang berpendidikan, apakah pendidikan yang mereka jalani hanya menumbuhkan emosi tak berarah semata.


Setiap hal pasti memiliki sisi baik dan buruk, setelah menceritakan sepenggal kisah buruk mahasiswa tadi, alangkah lebih baik bila kita juga mengulas tentang cerita baik mahasiswa yang telah membuat negeri ini menjadi bangga. Sebagai contoh tim matematika Indonesia yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terbaik berhasil meraih medali dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) di Blageovgrad, Bulgaria. Mereka berhasil meraih tiga medali perak, dua medali perunggu, dan tiga honorable mention. Kemudian juga terdapat kisah mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) mencoba melestarikannya dengan membuat sebuah software wayang yang dapat dijalankan di ponsel mobile. Menurut laman resmi UNY, software tersebut berisi tentang kumpulan cerita wayang beserta dengan penokohannya yang di muat dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Pembuatan sofware tersebut menunjukkan masih adanya kepedulian mahasiswa muda sekarang untuk mempertahankan eksistensi budaya negeri ini agar tidak semakin hilang tergerus jaman.


Hal-hal di atas adalah sepenggal kisah-kisah dari dua sudut pandang yaitu baik dan buruk tentang mahasiswa. Alangkah lebih baik bila kita sang mahasiswa lebih mampu mengukir prestasi dari pada mengukir keburukan. Mustahil bila sesuatu hal tidak memiliki kelemahan dan kekurangan, seperti kita mahasiswa yang juga memiliki banyak kekurangan. Kisah kisah tersebut nampaknya cukup untuk menceritakan bahwa mahasiswa punya cerita, yang di mana tidak hanya hal buruk yang dimiliki namun juga segudang prestasi untuk negeri tercinta ini. Mari mahasiswa hidupkan lagi api yang sempat padam, rangkailah lagi cerita penuh warna indah. Hidup Mahasiswa!!


Posted on 06.11 by Unknown

6 comments