Rabu, 27 November 2013

Oleh Muhamad Yahya     

Mahasiswa kata itulah yang terselip saat kita belajar di Perguruan Tinggi, disebut mahasiswa dari kata “maha” dan “siswa” karena di tingkat ini adalah tingkat paling akhir dari masa studi kita. Dan ternyata untuk melalui nya pun perlu energi dan usaha yang keras. Peran “Mahasiswa” pun sangat diperlukan ,karena generasi muda terbaik dapat dicetak melalui perannya. Negara sangat membutuhkan lulusan-lulusan mahasiswa terbaik serta aspirasi-aspirasi dan ide-ide dari Mahasiswa sangat dibutuhkan dalam mengawasi kinerja-kinerja serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Dibawah ini berbagai cara untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan berguna bagi siapapun.
Pertama, kita harus mengetahui apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang Mahasiswa, tentunya sebagai Mahasiswa yang baik. Ada beberapa hal yang harus diketahui, bahwa untuk menjadi mahasiswa yang sukses, kita harus membiasakan merubah pola perilaku serta kebiasaan yang kita lakukan pada saat di SMA. Karena cenderung banyak sekali para Mahasiswa yang masih membawa perilaku-perilaku nya pada saat di SMA. Kita ketahui bahwa saat masa-masa mencari jati diri itu ada pada saat di SMA, dan kita masih mencari-cari pergaulan apa yang tepat untuk kita. Jika memang dari kecil kita telah di didik baik serta posisi kita dalam bergaul itu tepat, tetapi jika tidak? Itu akan sangat membahayakan, karena terlepas dari itu ternyata pergaulan di dunia kampus lebih dari yang kita kira. Mulai lah memilah-milah pergaulan mana yang tepat, dan bentengi diri dengan kegiatan-kegiatan spiritual yang ada di sekitar kampus, karena tujuannya adalah jika lingkungan sekitar kita baik serta orang yang bergaul dengan kita pun baik ,kita pun akan terbawa baik. Selanjutnya, tinggalkan lah kebiasaan-kebiasaan menghabiskan waktu secara boros. Karena ini akan terasa hanya saat di masa perkuliahan. Jadwal kuliah yang tidak terlalu padat dan tidak sama pada saat kita di SMA,maupun SMP yang cenderung terpatok dengan jadwal yang telah ada akan membuat kita bisa menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Jadi, baiknya seorang mahasiswa itu harus bisa memanfaatkan waktu nya sebaik mungkin. Meskipun ada sela-sela waktu kosong pada saat menunggu datangnya waktu perkuliahan, ada baiknya jika kita isi dengan kegiatan-kegiatan positif yang menunjang perkuliahan maupun diluar perkuliahan. Seperti misalnya pergi ke perpustakaan, menggunakan fasilitas internet yang ada di kampus untuk mencari bahan referensi tugas,dll. Karena sayang sekali jika fasilitas yang sudah kampus sediakan tidak termanfaatkan, karena ada beberapa mahasiswa yang membuang waktunya untuk keperluan yang tidak penting, seperti belanja, makan-makan, ngerumpi yang tidak bermanfaat, dan hal-hal lain.
Kemudian, menyambung dari ulasan sebelumnya, keaktifan berorganisasi pun dapat meminimalisir keterbuangan waktu yang sia-sia. Aktif berorganisasi sangat bermanfaat bagi seorang mahasiswa. Mereka yang memilih aktif berorganisasi akan mendapatkan nilai tambah yang dapat menunjang keberhasilan mereka. Selain mengisi waktu, berorganisasi akan meningkatkan jiwa kepemimpinan dalam diri seorang mahasiswa serta akan menambah banyaknya teman. Juga, jangan segan-segan bertanya atau meminta bantuan kepada dosen maupun kakak tingkat,
Terakhir, biasakan lah disiplin. Dan inilah salah satu kunci keberhasilan menjadi Mahasiswa baik. Disiplin dalam segala hal, baik dalam mengatur waktu serta pola belajar. Disiplin akan membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen. Jika kita taat mengikuti aturan-aturan yang diberikan oleh dosen, serta tidak pernah absen mengikuti jalannya perkuliahan, nilai A pun pasti di tangan, diikuti pula dengan disiplin dalam mengumpulkan tugas serta memperhatikan dengan baik apa yang disampaikan dosen. Begitu juga cara inisiatif kita dalam mencari referensi lain selain yang sudah dosen berikan. Disiplin dalam pola belajar pun harus diperhatikan, misalnya kebiasaan buruk saat ada ujian datang. Istilah SKS, Sistem Kebut Semalam atau lebih keren lagi Sistem Kebut Sejam) yang tidak asing lagi di telinga kita harus kita buang jauh-jauh. Kebiasaan ini tidak baik, karena segala hal yang dilakukan serba ngebut tanpa tujuan akan menghasilkan sesuatu yang tidak memuaskan. Hasilnya mungkin baik, tetapi dijamin tidak akan maksimal sesuai yang diharapkan.

Posted on 06.36 by Unknown

4 comments

Selasa, 26 November 2013

MAHASISWA PASIF
Oleh danang priyanto

Dulu mahasiswa sering di sebut dengan agent of change, yang artinya orang-orang yang mampu memberikan perubahan yang lebih baik, Dengan aksi-aksinya terbukti mampu menumbangkan pemerintahan Soeharto yang otoriter menuju reformasi. Hal tersebut bak sejarah masa kejayaan mahasiswa. Sekarang, mahasiswa seakan tertidur pulas sampai-sampai tidak tahu kapan akan terbangun. Banyak dari mereka yang sudah tidak peduli dengan keorganisasian yang bertujuan untuk membangun negeri ini, mereka hanya cenderung bersifat pasif saat ada di kelas.
Kebanyakan mahasiswa jaman sekarang ini hanya berangkat kuliah, pacaran terus pulang begitu seterusnya, mereka serasa betah berada di lingkungan kampus. Dengan kurangnya rasa semangat dalam perkuliahan maka kemungkinan penerus estafet perjuangan dari para tetua akan hancur dan menimbulkan negeri ini akan semakin buruk untuk masa kedepannya.
            Mahasaiswa adalah ujung tombak estafet terhadap para sesepuh yang sudah tua. Mahasiswa yang nantinya akan menggantikan beliau-beliau yang sudah tua itu. Jika benih-benih yang di tanam adalah benih-benih yang tidak baik, maka jika benih itu sudah tumbuh dan akan berbuah nantinya maka hassil buah yang di peroleh akan sama dengan benih yang di tanam dulu. Itu seperti halnya dengan mahasiswa atau penerus bangsa. Jika pada waktu menjalani pendidikan dia tidak serius dalam menempuhnya dan hanya bermalas-malasan saja dalam mengikuti perkuliahannya. Dan kemungkinan menjadi lulusan yang biasa-biasa saja ke bawah, kemudian mahasiswa tersebut menggantikan para orang tua-orang tua yang telah lanjut, maka hasil yang di peroleh dalam memajukan dan mengembangkan Indonesia ini ke depannya akan sama dan kembali ke masa-masa di mana kuiah dulu, sering malas-malasan. Yang kemudian akan membuat bangsa Indonesia menjadi Negara yang terpuruk.
Mahasiswa seharusnya lebih aktif dalam menyingkapi sebuah permasalahan yang terjadi di dalam kampus. Dan tidak segan-segan untuk bertindak ketika memang benar-benar diperlukan. Demo disini bukan berarti anarkis, tetapi saling mengemukakan pendapatnya sehingga dapat mendapatkan solusi guna dapat menyelesaikan masalah. Sehingga tidak ada salah satu pihak pun yang akan dirugikan. Dengan demikian peran mahasiswa sebagai agen perubahan dapat terwujud.

Posted on 23.39 by Unknown

7 comments

Mahasiswa “Kutu Buku”

Oleh Winda Falah Setianing Arum

Teknologi Pendidikan UNNES


Mungkin, kita masih asing jika melihat seorang mahasiswa baik perempuan maupun laki-laki yang membawa tumpukan buku tebal  kurang lebih 5-10cm. Seperti orang-orang berjulukan kutu buku. Atau ketika kita mendengar komentar “ah sok pinter lu pergi keperpus segala”. Beberapa hal tersebut memang sering kita jumpai di dalam masyarakat kita terutama kalangan mahasiswa. Mungkin, penampilan mahasiswa yang sedemikian rupa dengan buku tebal dan ditambah lagi kacamata besar serta tebal yang menunjukan mins yang lumayan tinggi dianggap “cupu” atau “nggak banget”.

Mungkin, kita enggan jika dianggap mahasiswa cupu atau kutu buku tersebut. Namun, sebenarnya mahasiswa kutu buku tersebut, bisa memberikan beberapa contoh yang positif terhadap kita. Contohnya, kita sebagai mahasiswa memang dituntut untuk mengetahui berbagai macam hal. Baik dalam maupun luar negeri, baik dalam lingkup mahasiswa sendiri atau masyarakat luas.

Selain itu, dengan kita membaca buku, kita akan menambah pengetahuan kita.
Satu paragraf yang kita baca bisa berisi beberapa informasi. Dengan membaca buku, kita juga bisa memperdalam pengetahuan kita tentang mata kuliah mata kuliah untuk menunjang akademik kita.

Umumnya, mahasiswa pada saat ini kurang menyukai membaca-baca buku ilmiah. Mungkin karena kata-kata yang ada di dalamnya terlalu rumit. Mereka lebih menyukai ketika membaca komik atau membaca status di beberapa jejaring sosial. Menurut mereka, informasi di jejaring sosial lebih up to date.

Namun, tanpa mereka sadari, banyak sekali keuntungan dari membaca-baca buku. Seperti yang telah disebutkan diatas. Selai itu ada juga seorang slebriti hollywood yang menginginkan anaknya menjadi seorang kutu buku. Jessica Alba, bintang film Fantastic Four menuturkan bahwa ia ingin anak saya menjadi kutu buku. Dia menginginkan anaknya menjadi anak yang pandai, sangat pandai (lihat selengkapnya Okezone.com, 2008)

Jadi, ketika seleb hollywoodpun menginginkan anaknya menjadi seorang kutu buku, mengapa kita harus malu jika menenteng tumpukan buku tebal, atau pergi ke perpustakaan, dan disebut mahasiswa kutu buku yang setiap harinya membaca tumpukan buku-buku tebal tersebut. Padahal, membaca buku banyak sekali manfaat atau keuntungannya.

Referensi

Anggreati, R. (2008, Februari 2). Retrieved November 26, 2013, from http://celebrity.okezone.com/read/2008/02/02/33/80369/jessica-alba-ingin-anaknya-menjadi-kutu-buku

Posted on 04.59 by Unknown

14 comments



Oleh Siti Robingah Pujiati
(1102413003)
Mahasiswa, merupakan kaum intelektual yang paling di takuti oleh para petinggi negeri ini, mungkin karena perangainya selama sejarah kemerdekaan yang memang sangat berperan aktif dalam menegakan keadilan di negeri ini. Pada Mei 1998 para kaum intelektual ini berhasil menurunkan presiden Republik Indonesia pada saat itu yaitu Soeharto.
Sepanjang sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia tidak pernah lepas dengan organisasi Boedi Oetomo, organisasi tersebutlah yang konon katanya menjadi organisasi mahasiswa pertama yang didirikan di Indonsia, yaitu pada tanggal 20 mei 1908. Jika kita telaah lebih dalam mengenai sejarah, sifat serta perjuangan mahasiswa pada jaman dahulu, tentunya akan menemui beberapa perbedaan dan perubahan yang sepertinya terjadi secara perlahan tapi pasti. Walaupun masih beberapa mahasiswa yang mewarisi sikap, mental, dan keberanian para pahlawannya tersebut, namun saya kira hanya beberapa persen saja dari jumlah keseluruhan mahasiswa di Indonesia.
Jika dahulu dengan lantangnya mengkritisi dan tidak tanggung-tanggung turun ke jalan untuk melawan pemerintah ketika ada system yang di rasa merugikan masyarakat, Tapi tidak untuk mahasiswa jaman sekarang, yang saya kira tidak lebih hanya sebagai penonton di dalam kekalutan masalah negeri ini yang terus menerjang, dan masih saja apatis dengan keadaan bangsa yang sedang kalang kabut menghadapi permasalahan yang tak kunjung usai,
Jangan kan memikirkan Negara, memikirkan diri sendiri pun terkadang masih dilema, tidak sedikit dari mereka yang belum tau bagaimana seharusnya sikap dari seorang mahasiswa, dan hal yang demikian juga di rasakan oleh penulis, hanya belajar jika face to face dengan dosen, dan itupun hanya beberapa jam saja ketika di kelas, tugas yang di berikan seakan-akan menjadi beban yang amat berat dan mengganggu setiap waktunya di tambah kebiasaannya yang hanya searching kemudian copi-tempel dari satu alamat (blog) ke alamat lain, dengan cara yang seperti itu pun masih saja berargumen bahwa tugas yang di berikan waktunya kurang lama, tugasnya sangat sulit, dan masih banyak lagi celoteh mereka yang menggelikan, lucu sekali bukan ?
Apalagi ketika di lakukan evaluasi pada tiap akhir mata perkuliahan, mereka yang semula asyik dengan pembicaraannya masing-masing, sehingga seolah-olah berhasil membuat dosen seperti orang yang sedang berceramah sendiri di depan jamaahnya, Namun tiba-tiba menjadi orang yang sangat taat, patuh dan menundukan kepala, entah apa yang di pikirkannnya saat itu, saya kira sebuah kalimat ‘jangan tunjuk saya, please’. Atau sebenarnya mereka paham dengan penjelasan yang di berikan oleh sang dosen, masih ambigu tentang kebenaran di balik sikap diam saling menyibukan pikiran masing-masing. Tapi mungkin hal-hal yang demikian merupakan sikap alamiah seseorang, kebanyakan .
Dan sepertinya aneh saja jika mereka masih meng-klaim dirinya sebagai mahasiswa, namun sikapnya tak sedikitpun menunjukan sebagai seorang mahasiswa, seorang mahasiswa sejati adalah mereka yang senantisa hadir memberikan solusi bagi permasalahan yang ada, dan memberikan kontribusi yang positif kearah perbaikan bangsa ini.
Sekali lagi penulis menyampaikan bahwa tidak semua mahasiswa seperti yang di deskripsikan di atas, hanya saja kebanyakan. Dan semua itu sah-sah saja untuk dilakukan karena sejatinya manusia jauh dari kesempunaan. Hidup mahasiswa!

Posted on 04.35 by Unknown

5 comments